» » Jogjaku, Waspadai Leptospirosis

Rabu, 03 Oktober 2012

Jogjaku, Waspadai Leptospirosis

Jogjaku, Waspadai Leptospirosis | Boomberita - Di Indonesia, leptospirosis yang merupakan penyakit zoonosa sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, daerah Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman menjadi daerah fokus pes. Tahukah anda binatang penular yang bertanggung jawab atas penyakit Leptospirosis ? Binatang tersebut salah satunya adalah tikus. Peningkatan kasus Leptospirosis dapat terjadi apabila tidak ditangani dengan baik. Terlebih setelah terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang mengganggu ekosistem lingkungan kawasan tersebut sehingga timbul perpindahan binatang penular penyakit zoonosa tersebut ke daerah aman di luar kawasan lereng Merapi. Perlu diketahui bahwa di tahun 2010 lalu di Kota Yogyakarta sendiri telah terjadi KLB atau Kejadian Luar Biasa untuk kasus Leptospirosis

Kewaspadaan dini terhadap kasus Leptospirosis perlu dilakukan, terlebih pada daerah faktor resiko seperti areal pertanian, perkebunan yang terjadi peningkatan populasi tikus dengan prioritas tinggi pada daerah rawan banjir. Dengan melakukan pembasmian hama tikus akan mengurangi peningkatan kasus Leptospirosis. Langkah promotif dan pencegahan dengan penyuluhan terpadu dan penggerakan masyarakat dalam upaya pencegahan Leptospirosis harus ditingkatkan oleh Pemerintah Daerah. Selain itu, sangat penting untuk mengerti bahwa masyarakat sangat berperan aktif dalam penanggulangan kasus Leptospirosis di wilayahnya.
Tikus
Secara klinis gejala khas Leptospirosis diantaranya seperti demam akut, suhu > 38.5 derajat celcius, nyeri kepala mendadak, myalgia terutama nyeri otot betis (Calf Tonderness), nyeri otot pinggang (Conjunctifal Suffusion), ikterik (Jaundice), gangguan ginjal dan yang pasti adalah memiliki riwayat kontak dengan faktor resiko. Jika mengalami gejala-gejala tersebut segeralah memeriksakan diri ke sarana pelayanan kesehatan. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk kewaspadaan dini mencegah Leptospirosis. (-red)

Viva.co.id approved : http://log.viva.co.id/news/read/356623-jogja--waspadai-leptospirosis

Sumber dan Referensi
Berita dan Informasi dengan judul "Jogjaku, Waspadai Leptospirosis" telah disusun dan dipublikasikan untuk pembaca Boomberita yang sumber dan referensi diperoleh dari :
  • Gambar : http://dwinugros.wordpress.com

Kategori:

escendol | debuk | Bookmarkindonesia
Review this blog on Bloggers.comW3 Directory - the World Wide Web Directory

6 komentar:

  1. infonya sangat bermanfaat mas.. saya jadi tau binatang leptososis ini.. haduh.. maaf kalau saya salah ketik.. mengucapkannya saja sudah sussah :( sukses terus mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah mas mushola ni bisa aja. :p
      Terima kasih atas kunjungannya.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Waspadalah waspadalah... Wah nganjuk lagi pemilukada ya. Sukses aja deh gan.

      Hapus
  3. Perlu waspada dan berhati-hati karena tikus memang hama yang sangta merugikan apalagi tikus negara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wekekekekek... kok disangkutin tikus negara. :)

      Hapus

Comment here, please! No Spam, No Porn. Follow us : @boomberita. And Like us on Boom Berita. Thanks.

Untuk berlangganan gratis berita dan informasi terbaru dari boomberita via email, silahkan ketik email anda di bawah ini :

Delivered by FeedBurner