» » Puasa dan Ibu menyusui

Rabu, 01 Agustus 2012

Puasa dan Ibu menyusui

Puasa dan Ibu menyusui | Boomberita - Puasa di bulan ramadhan hukumnya wajib. Namun ada pengecualian untuk wanita menyusui. Pengecualian tersebut bukan berarti boleh tidak berpuasa begitu saja. Wanita menyusui yang tidak berpuasa harus mengganti puasa tersebut dengan dua cara. Pertama, mengganti puasanya di luar ramadhan. Atau mengganti dengan membayar fidyah. Waupun demikian bukan berarti dilarang puasa, asalkan tidak mengganggu kesehatan. Hal tersebut demi kebaikan ibu dan bayi.

Untuk para ibu yang sedang menyusui dan tetap ingin berpuasa di saat Ramadhan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

  • Asupan menu dengan gizi seimbang. Saat menyusui seorang wanita membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari (500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh). Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak. Untuk itu tetap diperlukan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang jika wanita menyusui ingin berpuasa. Pengaturan pola makan tersebut adalah pada saat sahur, berbuka puasa dan menjelang tidur / setelah shalat tarawih. 
  • Perbanyak konsumsi cairan, mulai dari berbuka hingga sahur. Dianjurkan untuk minum air putih selama sehari sebanyak dua liter. Boleh juga dengan penambahan cairan tubuh dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui dapat ditanggulangi dengan minum segelas susu setiap sahur. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. 
  • Istirahat yang cukup. Ketika puasa pasti badan kita akan merasa lemah dan lemas, itu lumrah. Terlebih pada ibu yang baru memulai untuk menyusui pertama kali. Namun jangan patah semangat, semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Maka selama menjalankan puasa usahakan tetap rajin menyusui ASI dan istirahatlah yang cukup untuk menjaga kondisi.
Lalu, bagaimana dengan ibu yang menyusui tidak puasa dan menggantinya dengan fidyah ? Cara membayar fidyah ini bisa dilakukan setiap hari selama bulan Ramadhan selepas waktu berbuka. Cara lain adalah dengan mengumpulkan di satu hari usai Ramadan. Agama juga memperkenankan memberikan makanan yang belum dimasak, misalnya berupa beras serta lauk-pauknya. Namun, membayar fidyah tidak bisa digantikan dengan uang dalam jumlah tertentu. Bentuknya adalah kebutuhan pokok. Jika tidak dengan membayar fidyah, gantilah puasa ramadhan di luar bulan ramadhan. (-red)




Sumber dan Referensi
Berita dan Informasi dengan judul "Puasa dan Ibu Menyusui" telah disusun dan dipublikasikan untuk pembaca Boomberita yang sumber dan referensi diperoleh dari :
  • Gambar : http://forums.steves-digicams.com/photo-critiques/70704-mom-baby.html
  • http://aimi-asi.org

Kategori:

escendol | debuk | Bookmarkindonesia
Review this blog on Bloggers.comW3 Directory - the World Wide Web Directory

2 komentar:

Comment here, please! No Spam, No Porn. Follow us : @boomberita. And Like us on Boom Berita. Thanks.

Untuk berlangganan gratis berita dan informasi terbaru dari boomberita via email, silahkan ketik email anda di bawah ini :

Delivered by FeedBurner