» » Cara Deteksi Kanker Serviks

Rabu, 11 Juli 2012

Cara Deteksi Kanker Serviks

Cara Deteksi Kanker Serviks | Boomberita
Cara Deteksi Kanker Serviks | Boomberita - Kanker serviks merupakan jenis kanker yang menyerang daerah leher rahim. Menurut data WHO (World Health Organization), setiap 2 menit seorang wanita meninggal dunia. Di Indonesia sendiri, 40 - 45 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap harinya. Dari yang terdiagnosis sekitar 20 - 25 meninggal karena kanker serviks. Sekitar 95% lebih kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) atau virus papiloma manusia. Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, namun hanya beberapa yang dapat menyebabkan kanker. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker paling fatal virus HPV tipe 16 dan 18. Tipe Virus HPV tersebut diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di wilayah Asia. Penularan virus HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual, terlebih jika benganti-ganti pasangan. Pemakaian kondom tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV, karena virus ini dapat menular dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke organ genital dan cara manual ke genital. Selain virus HPV, paparan radiasi atau pencernaa bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama juga dapat menyebabkan timbulnya sel-sel abnormal pada leher rahim yang dapat menjadi kanker.

Kanker serviks merupakan "The Silent Killer" karena pada tahap awal / stadium awal, kanker serviks tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Namun pada stadium lanjut penyakit ini sangat berbahaya. Lalu, bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi virus HPV yang merupakan penyebab kanker serviks ?

Cara paling mudah adalah dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim yang populer dengan nama Pap Smear atau Papanicolaou Smear yang diambil dari nama dokter Yunani penemu metode ini. Dokter tersebut ialah George N. Papanicolaou. Berikut jenis-jenis metode untuk mendeteksi infeksi virus HPV dan Kanker Serviks, antara lain :

  • Pap Smear
Metode ini dengan mengambil sampel / contoh sel-sel serviks atau leher rahim yang kemudian dianalisa di laboratorium dengan mikroskopis. Hasil tes akan menunjukkan apakah ada infeksi atau radang serta sel-sel abnormal akan terlihat. Apabila tes Pap Smear dilakukan secara teratur dapat mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks. Karena jika terdapat sel-sel abnormal dapat dilakukan pengobatan lebih lanjut.

  • Thin Prep
Metode ini lebih akurat bila dibandingkan dengan metode Pap Smear. Dalam metode ini akan diperiksa seluruh bagian serviks atau leher rahim untuk dianalisis yang hasilnya tentu akan lebih akurat dan tepat.

  • IVA
Inspeksi Visual dengan Asam Asetat dapat disingkat IVA. Metode ini adalah dengan cara mengoles Serviks atau leher rahim dengan Aam Asetat. Apabila ada kelainan seperti area berwarna putih maka dapat dianggap ada infeksi pada serviks. Metode ini dapat dilakukan di puskesmas dengan harga relatif murah. Metode ini cukup efektif untuk deteksi dini kanker serviks. Jika ada tanda kelainan yang mencurigakan, maka dapat dilakukan metode deteksi lain.

  • Kolposkopi
Metode Kolposkopi dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi setelah diketahui adanya infeksi atau kejanggalan pada deteksi dini. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, akan dilakukan tindakan biopsi / pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh dan pengobatan untuk kanker serviks atau kanker leher rahim.

Jangan Tunggu Sampai Ada Keluhan !

Untuk itu jangan tunda deteksi dini kanker serviks atau leher rahim, jangan menunggu sebelum ada keluhan. Cara deteksi kanker serviks, datanglah ke sarana pelayanan kesehatan seperti puskesmas rumah sakit, rumah bersalin, dll. Karena sudah ada vaksin pencegah infeksi HPV, khususnya tipe 16 dan 18. (-red)







Sumber dan Referensi
Berita dan Informasi dengan judul "Cara Deteksi Kanker Serviks" telah disusun dan dipublikasikan untuk pembaca Boomberita yang sumber dan referensi diperoleh dari :
  • Gambar : http://capellazone.blogspot.com
  • Hospitalia, Edisi 9 // Thn.II // Juli - September 2010

Kategori:

escendol | debuk | Bookmarkindonesia
Review this blog on Bloggers.comW3 Directory - the World Wide Web Directory

7 komentar:

  1. melihat dari data WHO, sebaiknya kaum wanita segera mungkin memeriksakan dirinya agar tidak terjadi keterlambatan dalam penanganan bila ditemui gejala kanker serviks...nice share kawan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Sob kunjungannya. semoga bermanfaat.

      Hapus
  2. wah, ini penyakit yg paling mematikan sob..
    thanks ya atas infonya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok sob, thanks atas kunjungannya. salam blogger!

      Hapus
  3. post yang bagus mas..sedikit mau share nih,di indonesia ini sekarang kanker serviks kan jadi pembunuh nomer 1 bagi kita wanita..nah sebetulnya solusi sehatnyakan dari apa yang di pakai di miss "V"nya kan? jadi buat bapak-bapaknya juga bisa carikan informasi yang bagus untuk kesehatan dan keselamatan istri-istrinya,karena namanya juga alat VITAL jadi penting banget untuk di perhatikan.dan klo mau tahu apa yang harus dipakai oleh para wanita di miss"v"nya bisa tlp sy di 08158244179,tq.semoga bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas sharenya mbak Eni Kusmawati. Happy Blogging...

      Hapus
  4. Hai. aku juga punya artikel yang berhubungan dengan kanker serviks. kunjungi saja di. http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2436/1/04-01-002.pdf semoga bermanfaat. :)

    BalasHapus

Comment here, please! No Spam, No Porn. Follow us : @boomberita. And Like us on Boom Berita. Thanks.

Untuk berlangganan gratis berita dan informasi terbaru dari boomberita via email, silahkan ketik email anda di bawah ini :

Delivered by FeedBurner